Selasa, 14 Januari 2014

Contoh Resensi Buku

Resensi Buku : PEMBAHARUAN dalam ISLAM Sejarah pemikiran dan Gerakan
Oleh : Kamarudin
Judul              :PEMBAHARUAN dalam ISLAM Sejarah Pemikiran dan Pergerakan
Pengarang      : Harun Nasution
Kota Terbit    : Jakarta
Penerbit         : PT.Bulan Bintang
Tahun Terbit : 1992
Tebal Buku   : 214 Halaman
BAB I
PENGANTAR
Buku ini di tulis oleh Prof.Dr.Harun Nasution yang berjudul Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Pergerakan. Pembaharuan menjadi kata kunci kita dalam Resensi ini karna seiring banyaknya aliran-aliran pemikiran dalam Islam semejak dahulu hingga saat ini yang kemudian para pemikir dalam Islam merasa perlunya suatu pembaharuan dalm Dunia Islam sendiri agar Islam bukan Agama yang di telan oleh peradaban Modren ini namun Islam selalu sesuai dengan perkembangan jaman yang berkembang.
Namun seperti yang telah peresensi sebutkan di atas karna banyaknya aliran-aliran pemikiran yang berkembang dalam dunia Islam seiring banyaknya masuk pengaruh dari luar dalam Islam, hal itulah yang  akan melahirkan pemikir untuk mempersatukan Ummat kembali namun kita akan fokuskan pembahasan kita bukan di abad-21 ini namun kita akan sedikit berbalik ke belakang ataupun awal munculya ide pembaharuan dalam Islam yaitu dalam buku ini di mulai dari pembahasan tokoh pembaharuan Mesir yang sangat mencolok pemikiranya untuk perkembangan Islam di Mesir sendiri khususnya dan Dunia Islam umumnya.


BAB II
ISI BUKU
Dalam buku ini di bagian pengantar di jelaskan panjang lebar mengenai Pembaharuan karna kita perlu juga mengetahui mengenai arti kata daripada pembaharuan agar nantinya kita tidak jauh berbicara mengenai pembaharuan namun kita tertinggal mengetahui arti kata daripada pembaharuan itu disini akan peresensi jelaskan secara singkat yang peresensi angkat juga dari buku yang menjadi bahan Resensi kita.
Kaum terpelajar Islam mulai memusatkan perhatian pada perkembangan Modren dalam Islam dan kata modrenisme pun mulai pula di terjemahkan kedalam bahasa-bahasa yang di pakai dalam Islam seperti al-tajdid dalam bahasa Arab dan pembaharuan dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia telah selalu di pakai kata modern,modrenisasi dan modrenisme, seperti yang terdapat umpamanya dalam “aliran-aliran modern dalam Islam” dan “Islam dan Modrenisasi”. Modrenisme dalam masyarakat Barat mengandung arti pikiran,aliran,gerakan dan usaha untuk merubah paham-paham,adat-istiadat,institusi-institusi lama dan sebagainya, untuk di sesuaikan dengan sesuasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Modren.
Kata modern yang kita terangkan di atas sebenarnya mengarah pada pengertian kata Pembahruan namun Kata Modrenisme di anggap mengandung arti-arti yang negative di samping arti-arti positif, maka untuk mejauhi arti-arti negative itu, lebih baik kiranya di pakai terjemahan Indonesia Pembaharuan.
Kemajuan ilmu-pengetahuan dan teknologi modern memasuki dunia Islam, terutama sesudah pembukaan abad ke Sembilan belas, yang di dalam sejarah Islam di anggap sebagai pemula periode modern. Kontak dengan dunia Barat selanjutnya membawa ide-ide baru ke dalam dunia Islam seperti rasionalisme,nasionalisme,demokrasi dan sebagainya. Semua ini menumbulkan persoalan-persoalan baru, dan pemimpin-pemimpin Islam pun mulai memikirkan cara mengatasi persoalan-persoalan baru itu. Adapun kontak dengan Dunia Barat dalam buki ini di sebutkan di mulai dari masuknya Bangsa barat ke Mesih yang di komandani oleh Napoleon Banoparte yaitu dari Prancis.
Setelah selesai Revolusi 1789 Prancis mulai menjadi Negara besar yang mendapat saingan dan tantangan dari Inggris, sehingga Prancis mengangap perlunya melakukan perluasan kekuasaanya yang di jadikan sebagai pasaran Industrinya yang sudah mulai maju juga sebagai pemasok bahan mentah. Terpilihlah mesir sebagai Negara yang menjadi Incara Prancis itu dan kemudian hari merekapun dapat menguasai Mesir di bawah pimpinan Napoleon Banoparte.
Dalam buku ini di sebutkan bahwa Mesir sebagai gerbang pembuka kontak dengan pradaban modern barat yang saat itu sudah mulai menunjukan wajak baru peradaban yang lebih maju di banding Islam yang saat itu sudah mulai jatuh walaupun masa itu sudah pernah di lalui Islam sebagai masa kejayaanya. Karna kita akan berbicara mengenai Pembaharuan maka tidak terlepas dengan para tokoh pembaharuan itu dan pemikiran pembaharuanya yang telah di sumbangkan dalam Islam hal itulah yang di kupas dalam buku ini yang.
Di awali dengan kedatangan Napoleon Banoparte ke tanah mesir yang membawa sesuatu yang baru bagi rakyat mesir karna sebelumnya tidak pernah mereka kenal dan hal ini yang membuka mata rakyat Mesir yaitu mulai dari sistem pemerintahan hingga pada Ilmu pengetahuan seperti di kenalkanya Teleskop,Mikroskop,alat percobaan kimia dan lain sebagainya dan semua itu terhimpun dalam buku-buku yang mereka susun dalam sebuah perpustakaan sehingga seorang ulama terkemukan Mesir ketika itu yang bernama Abd Al-Rahman Al-Jabarti mengunjungi perpustakaan itu yang membuat ia takjub sehingga ia berkata;
“. Saya melihat di sana benda-benda dan percobaan-percobaan banjil yang menghasilkan hal-hal yang besar untuk dapat di tangkap oleh akal seperti yang ada pada diri kita.”
Begitulah keadaan Islam saat itu di banding barat walau mereka juga pernah takjub melihat kemajuan yang di capai Islam sebelumnya.
            Di samping itu dalam hal lain mengenai sistem pemerintahan juga di kenalkan oleh mereka yang di pandang baru oleh Islam seperti :
1.      Sistem pemerintahan Republik yang di dalamnya kepala Negara di pilih oleh Rakyat untuk waktu tertentu.
2.      Sistem Demokrasi daam memilih pemimpin Negara yaitu rakyat terlibat dalam menentukan pemimpin mereka.
3.      Ide kebangsaan atau Nasionalisme ke bangsaan.
Di mulai dari Muhammad Ali Pasya dari mesir dia adalah seorang pasya dari kekuasaan Turky Utsmani di turkey karna saat itu puncak kekuasaan paling diminan berpusat di Turky, dalam pembaharuan Muhammad Ali Pasya sangat menonjol karna dengan ide-idenya dan kebijakanya mampu membuka mata rakyat Mesir terhadap peradaban Ilmu pengetahuan yang ketika itu sudah berkembang di Barat. Seperti di kirimnya para pelajar Mesir ke Eropa guna mnuntut Ilmu pengetahuan dan akan di tarik kembali ke Mesir untuk mengajarkan Ilmu-ilmu yang mereka pelajari disana dan juga menerjemahkan buku-buku barat. Sehingga dengan begitu masyarakat Mesir dapat mengenal ilmu-ilmu Modren seperti: Ilmu kemeliteran,kedoktoran,sastra,Ilmu alam,dll.
Kemudian lahirlah tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh di Mesir mereka berasal dari daerah mereka sendiri Mesir ataupun dari Luar karna saat itu Mesir sudah sangat terbuka mengenai pembaharuan pemikiran sehingga banya para tokoh pembaharuan datang ke Mesir guna mengemangkan ide-idenya dalam pembaharuan Seperti :
1.   Rifa’ah Badawi Al-Tahtawi ia sempat belajar di Eropa yang kemudian ia mengembangkan Ilmu-ilmu yang ia pelajari di Mesir seperti sistim pemerintahan di barat seperti Demokrasi yang dapat membuka mata rakyat Mesir akan kebijakan penguasa saat itu yang tidak Demokratis.
2.   Jamaluddin Al-Afghani ia lahir di Afganistan ia memang sangat terkenal akan ide pembaharuanya yang inggin mempersatukan Umat Islam dalam satu wadah persatuan atau lebih di kenal dengan Pan-Islam dalam menyebarkan idenya ia berpindah dari satu Negara Islam ke Negara Islam lainya hal itu di lakukan hanya untuk pengembangan idenya itu sehingga akhirnya iapun datang ke Mesir dan menetap di sana karna Mesir di lihatnya lebih terbuka. Di permasalahan lain Jamaluddin melihat umat Islam harus kembali pada pokok ke-Islamanya karna ia beranggapan bahwa mundurnya umat Islam karna umat ini telah meninggalkan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya dan mengikuti ajaran yang bukan dari Islam bahkan sesuatu yang asing dalam Islam.
3.   Muhammad Abduh juga putra daerah Mesir yang sangat besar pengaruhnya dalam pembaharuanya dalam masyarakat Islam Mesir dan ia juga memiliki banyak Murid dan pengikut dalam mengembangkan ide pembaharuan di Mesir seperti : Rasyid Rida,Muhammad Bakhit,Muhammad Farid Wajdi,Tahtawi Jawhari,Qasim Amin,Taha Husain dan Ali Abd Al-Raziq, dalam pemikiran mengenai keadaan umat Islam saat itu Muhammad Abduh juga hampir sama pendapatnya dengan Jamaluddin Afghani yaitu umat imi mundur karna banyaknya Bid’ah-bid’ah masuk dalam Islam yang membuat umat Islam lupa pada ajaran yang sebenarnya, namun dalam hal ini beliau juga berpendapat bahwa di samping itu semua umat Islam ini juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman yang sudah Modren. Sehingga menurutnya ijtihat sangat perlu dalam Islam namun walau demikian ia berpendapat bahwa tidak setiap orang boleh berijtihat dengan sesuka hati namun harus sesuai syarat ketentuan dalam Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Namun akhirnya para murid dan pengikut Muhammad Abduh berbeda pandangan mengenai ijtihat itu Karna ijstihat itu tidak hanya terfokus pada hukum ibadah saja namun dalam sistim pemerintahanpun sangat di perlukan pembaharuan yang kemudian terjadi pendapat yang memisahkan antara Agama dan Negara (Sekuler). Bahkan para murid dan pengikutnya berbeda pendapat mengenai sistim Khlafah yang saat itu masih popular dan menjadi sitim pemerintahan Islam, mereka ada yang berpendapat Rasyid Rida misalnya ia mengatakan sistim khilafah harus di pertahankan sebagai pemersatu umat Islam atau alasan lainya, namun di lain sisi ada yang menganggap bahwa solusi yang tepat adalah sikap Nasionalisme Negara-negara karna dalam Islam Al-Qur’an dan Hadis tidak pernah menyinggung sistim dan corak Negara, karna corak Negara bukanlah persoalan Agama namun persoalan duniawi yang di atur oleh manusia itu sendiri.
Dari sekian banyak penjelasan mengenai tokoh-tokoh pembaharuan di atas yang memang terfokus di Mesir karna memang dalam buku ini ada pemilahan fokus daerah pembaharuan itu yang di mulai dari mesir hingga ke daerah lainya dan di bawah ini kita akan membahas mengenai pembaharuan di Turki Utsmani.
Sultan Mahmud II menjadi tokoh utama dan pencetus pertama pembaharuan di linggkungan sistim pemerintahan di Turky Usmani dan kebijakanya yang mengarah pada pembaharuan dan dia juga pembuka pintu gerbang intraksi ke dunia Barat dan ia juga dalam kebijakanya tidak segan-segan melanggar ketetapan yang sudah mentradisi dalam kekhalifahan di Turky Usmani seperti : pemisahan kekuasaan yudikatif,legislative,kurikulum sekolah, bahkan ia menghapuskan pakaian kebesaran Sultan sehingga lebih sederhana dan rakyat di anjurkan untuk meninggalkan pakaian tradisional dan menggantinya dengan pakaian barat karna hal ini dapat menghilangkan perbedaan status sosial dalam masyarakat yang sangat terlihat pada pakaian tradisional itu. Dalam hal inilah mulai masuk pengaruh sekuler dalam pemerintahan Turky Usmani yang memisahkan hukum Syari’at dengan hukum Undang-undang Negara yang kemudian di kenal lahirnya Tanzimat.
Tanzimat berasal dari Bahasa Arab dan mengandung arti mengatur, menyusun dan memprbaiki, dan di zaman itu memang banyak di adakan peraturan dan Undang-undang sepeti telah di sebutkan di atas. Adapun tokoh-tokohnya yang terkenal pernah terlibat dalam Tanzimatii dalalah Mustafa Rasyid Pasya,Mustafa Sami dan Mahmed sadik Rifat Pasya.
Para tokoh itu memang pernah mengunjungi Eropa karna itulah lahir pemikiran pembaharuan dalam benak mereka dan mereka merasa perlu hal-hal yang berlaku di barat perlu di kembangkan di Turki yaitu mereka ada yang berpendapat kemajuan Eropa selain dari Ilmu pengetahuanya yang maju juga karna mereka memiliki toleransi agama yang sangat tinggi dan kemampuan mereka melepaskan diri dari agama, namun di antara mereka juga ada yang berpendapat kemajuan peradaban Modren barat dapat di wujutkan karna suasana damai dan hubungan baik antara Negara-negara Eropa, kemakmuran suatu Negara dapat di ukur dari makmurnya rakyat dan makmurnya rakyat dapat di wujutkan dengan menghilangkan pemerintahan yang absolute.
Dari hasil pemikiran dari Tanzimat itu tersimpulkan pula bahwa obat dari segala permasalahan dalam pemerintahan Turky Usmani adalah pengadaan Undang-undang dan peraturan sultan dan pembesar-pembesar Negara harus tunduk pada Undang-undang. Negara haruslah merupakan Negara hukum.
Dari tanzimat beralihlah pada Usmani Muda pada dasarnya merupakan perkumpulan rahasia yang di dirikan di tahun 1865 dengan tujuan untuk merobah pemerintahan absolute kerajaan Usmani menjadi pemerintahan konstitusional, kemudian lahirlah Turky Muda yang berpendapat bahwa jalan yang harus di tempuh untuk menyelamatkan kerajaan Turky Usmani dari keruntuhan adalah pendidikan dan ilmu pengetahuan positif dan buan teologi atau metafisika. Dalam hal ini memang sudah terlihat bahwa kemana arah pembaharuan yang di bawa oleh para tokoh pemikir pembaharuan dumulai dari mesir hingga Turki Usmani ini ada tiga yaitu pembaharuan dengan aliran Barat,Islam dan Nasionalis, dan pada akhirnya oleh Mustafa Kemal yang lebih pada Nasionalis Turki mengubah sistim Khilafah menjadi Sitim republic Turki yang ia menjadi Presiden pertamanya dan lenyaplah sudah sistem khilafah di Turky. Namun demikian ia juga di kenal dengan penyelamat Turki karna dengan usahanya dapat memukul mundur bangsa Eropa dari Negara Turky dan Turki pun menjadi Negara yang merdeka.
Westernisme,sekulerisasi dan nasionalisme itulah yang menjadi dasar pemikiran pembaharuan Mustafa Kemal, pembaharuan pertama ditujukan terhadap bentuk Negara yang mana harus diadakan sekulerisasi antara pemerintahan harus di pisahkan dari agama.
Setelah kita di atas banyak membahas tentang pembaharuan di Mesir dan Turky maka dalam buku ini juga tidak ketinggalan membahas tentang pembaharuan di daerah India- Pakistan.
Di awali dengan Gerakan Mujahidin yang di cetus oleh Syah Waliyullah pada abad ke-18 dan kemudian hari di lanjutkan oleh anaknya Syah Abdul Azis yang ketika itu India-Pakistan sudah mulai ada kontak dengan dunia Barat yaitu Inggris yang ketika itu sudah mulai menguasai daerah itu oleh karna itu kemajuan barat sudah dirasakan oleh penduduk India. Dalam pembaharuan ini lebih kepada pemurnian akidah umatIslam yang ada di India ketika itu karna mereka memahami bahwa memunduran umat karna kurang pahamnya mereka mengenai ajaran yang sebenarnya dalam Islam sehingga banyak pengaruh-pengaruh dari luar masuk dalam akidah mereka yang lebih dominan yaitu bekas paham Hindu yang masih kental.
Setelah runtuhnya gerakan Mujahidin dan Mughal di India yang membuat kaum muslimin mundur dari segi kemajuan peperangan sesamapun terjadi sehingga muncullah seorang tokoh Sayyid Ahmad Khan sebagai pemimpin Umat Islam ketika itu yang sudah kacau ia mengambil cara lain yaitu dengan membuat kerjasama yang baik dengan Inggris karna memang di masa kekacauan Ia banyak membantu pihak Inggris dari serangan musuh sehingga pada masa yang sudah aman Inggris pun membalas jasanya dengan suatu kerja sama yang baik lagi pun ia berpandangan bahwa Umat Islam akan bisa bangkit dengan bekerja sama dengan Inggris karna memang waktu itu mereka sudah menjadi penguasa terkuat di India dan baginya pemberontakan pada penguasa bukan jalan menuju perbaikan.
Segala upaya telah mereka lakukan mereka telah melakukan Ijtihat dalam paham agama guna membawa Umat Islam dari keterpurukandan ketinggalan jaman yang ketika itu barat sudah berada pada  jalan kemajuan pradabanya  dan mereka sudah melakukan sepak terjang mengenai perkembangan pemikiran dan gerakan pembaharuan di Mesir,Turki, dan India-Pakistan.
Sebagai kesimpulan dari Resensi ini yang juga di muat dalam halaman terahir dalam buku ini sebab-sebab penting yang membawa kepada kemunduran dan kelemahan ummat Islam, maka hal-hal yang akan membawa kepada kemajuan, menurut para pemikir pembaharuan itu adalah ummat Islam harus kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, yaitu sebagaimana yang telah di amalkan umat Islam di jaman klasik segala bentuk Bid’ah mereka tinggalkan karna hal itu dapat membawa pada kemunduran.
Orientasi keakhiratan umat Islam harus di imbangi dengan orientasi keduniaan, sehingga ummat Islam juga mementingkan hidup kemasyarakatan dan berusaha mencapai kemajuan dalam bidang kehidupan duniawi sebagai halnya dengan Umat-umat lain sehingga mereka mampu lebih dapat berbuat untuk dunia mereka selama itu tidak keluar dari garis keyakinan yang ada pada diri setiap ummat itu.
  

BAB III
RESENSI BUKU
A.    Kelebihan
           Buku ini di sajikan dengan bahasa yang mudah di pahami sehingga kita akan sangat menarik dalam membacanya, bahasa yang di gunakan sesuai dengan EYD hampir tiada sedikitpun kecacatan yang di temukan dalam lembaran penulisan buku ini. Buku ini juga sangat mudah di rangkum saat kita membacanya karna pembahasanya lebih pada pokok perasalahan yang perlu kita pahami yaitu di khususkan pada pemikiran-pemikiran para tokoh yang di muat dalam buku ini memang sudah kita kenal sebelumnya dan ketika kita membaca buku ini kita akan cepat memahami mengenai pemikiran dan jasa mereka dalam peradaban Islam ini. Buku ini juga kebanyakan menggunakan sumber asing yang sangat di percaya karna di terbitkan oleh Negara atau penerbit yang terkenal dalam buku ini juga di muat daftar Nama-nama dan Isatilah yang mencakup dari seluruh isi buku yang memudahkan kita untuk mencari nama-nama tokoh atau Istilah dalam buku ini dengan melihat daftarnya.
B.     Kekurangan
            Kekurangan dari buku ini adalah buku ini memiliki cover yang tidak terlalu menarik dan tidak mengandung nilai seni yang tinggi sehingga saat orang memndang buku ini tidak terlalu menarik hati, buku ini juga sudah lama dan tidak lagi banyak cetakan terbaru sehingga kita agak kesulitan dalam mencari buku yang asli sehingga banyak cetakan yang di perbanyak oleh orang-orang yang inggin membaca buku ini karna buku ini lumayan menarik untuk di baca oleh semua golongan para pencari Ilmu khususnya Mahasiswa dan Dosen, buku ini tidak menyinggung pergerakan pembaharuan di Indonesia sedangkan di Indonesia juga tidak ketinggalan dalam hal pemikiran dalam Islam.
C.     Rekomendasi

            Buku ini sangat cocok untuk di baca oleh para Mahasiswa karna dalam buku ini memberikan informasi yang sangat menarik mengenai tokoh-tokoh pemikir pembaharuan dalam Islam yang dapat membangkitkan semangat intelektual kita sebagai pencari Ilmu dan dalam buku ini juga memberikan informasi kepada kita mengenai corak pemikiran yang sangat berbeda dalam seseorang sehingga dalam buku ini di muat pemikiran para tokoh mulai dari Islamis dan sekuler.