Resensi Buku : PEMBAHARUAN dalam ISLAM
Sejarah pemikiran dan Gerakan
Oleh : Kamarudin
Judul :PEMBAHARUAN
dalam ISLAM Sejarah Pemikiran dan Pergerakan
Pengarang : Harun Nasution
Kota Terbit : Jakarta
Penerbit : PT.Bulan Bintang
Tahun Terbit : 1992
Tebal Buku : 214
Halaman
BAB I
PENGANTAR
Buku ini di tulis oleh Prof.Dr.Harun
Nasution yang berjudul Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan
Pergerakan. Pembaharuan menjadi kata kunci kita dalam Resensi ini karna
seiring banyaknya aliran-aliran pemikiran dalam Islam semejak dahulu hingga
saat ini yang kemudian para pemikir dalam Islam merasa perlunya suatu
pembaharuan dalm Dunia Islam sendiri agar Islam bukan Agama yang di telan oleh
peradaban Modren ini namun Islam selalu sesuai dengan perkembangan jaman yang
berkembang.
Namun seperti yang telah peresensi sebutkan
di atas karna banyaknya aliran-aliran pemikiran yang berkembang dalam dunia
Islam seiring banyaknya masuk pengaruh dari luar dalam Islam, hal itulah yang akan melahirkan pemikir untuk mempersatukan
Ummat kembali namun kita akan fokuskan pembahasan kita bukan di abad-21 ini
namun kita akan sedikit berbalik ke belakang ataupun awal munculya ide
pembaharuan dalam Islam yaitu dalam buku ini di mulai dari pembahasan tokoh
pembaharuan Mesir yang sangat mencolok pemikiranya untuk perkembangan Islam di
Mesir sendiri khususnya dan Dunia Islam umumnya.
BAB II
ISI BUKU
Dalam buku ini di bagian pengantar di
jelaskan panjang lebar mengenai Pembaharuan karna kita perlu juga mengetahui
mengenai arti kata daripada pembaharuan agar nantinya kita tidak jauh berbicara
mengenai pembaharuan namun kita tertinggal mengetahui arti kata daripada
pembaharuan itu disini akan peresensi jelaskan secara singkat yang peresensi
angkat juga dari buku yang menjadi bahan Resensi kita.
Kaum terpelajar Islam mulai memusatkan
perhatian pada perkembangan Modren dalam Islam dan kata modrenisme pun mulai
pula di terjemahkan kedalam bahasa-bahasa yang di pakai dalam Islam seperti al-tajdid
dalam bahasa Arab dan pembaharuan dalam bahasa Indonesia. Dalam
bahasa Indonesia telah selalu di pakai kata modern,modrenisasi dan modrenisme,
seperti yang terdapat umpamanya dalam “aliran-aliran modern dalam Islam” dan
“Islam dan Modrenisasi”. Modrenisme dalam masyarakat Barat mengandung arti
pikiran,aliran,gerakan dan usaha untuk merubah
paham-paham,adat-istiadat,institusi-institusi lama dan sebagainya, untuk di
sesuaikan dengan sesuasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi Modren.
Kata modern yang kita terangkan di atas
sebenarnya mengarah pada pengertian kata Pembahruan namun Kata
Modrenisme di anggap mengandung arti-arti yang negative di samping arti-arti
positif, maka untuk mejauhi arti-arti negative itu, lebih baik kiranya di pakai
terjemahan Indonesia Pembaharuan.
Kemajuan ilmu-pengetahuan dan teknologi
modern memasuki dunia Islam, terutama sesudah pembukaan abad ke Sembilan belas,
yang di dalam sejarah Islam di anggap sebagai pemula periode modern. Kontak
dengan dunia Barat selanjutnya membawa ide-ide baru ke dalam dunia Islam
seperti rasionalisme,nasionalisme,demokrasi dan sebagainya. Semua ini
menumbulkan persoalan-persoalan baru, dan pemimpin-pemimpin Islam pun mulai
memikirkan cara mengatasi persoalan-persoalan baru itu. Adapun kontak dengan
Dunia Barat dalam buki ini di sebutkan di mulai dari masuknya Bangsa barat ke Mesih
yang di komandani oleh Napoleon Banoparte yaitu dari Prancis.
Setelah selesai Revolusi 1789 Prancis mulai
menjadi Negara besar yang mendapat saingan dan tantangan dari Inggris, sehingga
Prancis mengangap perlunya melakukan perluasan kekuasaanya yang di jadikan
sebagai pasaran Industrinya yang sudah mulai maju juga sebagai pemasok bahan
mentah. Terpilihlah mesir sebagai Negara yang menjadi Incara Prancis itu dan
kemudian hari merekapun dapat menguasai Mesir di bawah pimpinan Napoleon
Banoparte.
Dalam buku ini di sebutkan bahwa Mesir
sebagai gerbang pembuka kontak dengan pradaban modern barat yang saat itu sudah
mulai menunjukan wajak baru peradaban yang lebih maju di banding Islam yang
saat itu sudah mulai jatuh walaupun masa itu sudah pernah di lalui Islam
sebagai masa kejayaanya. Karna kita akan berbicara mengenai Pembaharuan maka
tidak terlepas dengan para tokoh pembaharuan itu dan pemikiran pembaharuanya
yang telah di sumbangkan dalam Islam hal itulah yang di kupas dalam buku ini
yang.
Di awali dengan kedatangan Napoleon
Banoparte ke tanah mesir yang membawa sesuatu yang baru bagi rakyat mesir karna
sebelumnya tidak pernah mereka kenal dan hal ini yang membuka mata rakyat Mesir
yaitu mulai dari sistem pemerintahan hingga pada Ilmu pengetahuan seperti di
kenalkanya Teleskop,Mikroskop,alat percobaan kimia dan lain sebagainya dan
semua itu terhimpun dalam buku-buku yang mereka susun dalam sebuah perpustakaan
sehingga seorang ulama terkemukan Mesir ketika itu yang bernama Abd Al-Rahman
Al-Jabarti mengunjungi perpustakaan itu yang membuat ia takjub sehingga ia
berkata;
“. Saya melihat di sana benda-benda dan
percobaan-percobaan banjil yang menghasilkan hal-hal yang besar untuk dapat di
tangkap oleh akal seperti yang ada pada diri kita.”
Begitulah keadaan Islam saat itu di banding barat
walau mereka juga pernah takjub melihat kemajuan yang di capai Islam
sebelumnya.
Di
samping itu dalam hal lain mengenai sistem pemerintahan juga di kenalkan oleh
mereka yang di pandang baru oleh Islam seperti :
1. Sistem pemerintahan Republik yang di
dalamnya kepala Negara di pilih oleh Rakyat untuk waktu tertentu.
2. Sistem Demokrasi daam memilih pemimpin
Negara yaitu rakyat terlibat dalam menentukan pemimpin mereka.
3. Ide kebangsaan atau Nasionalisme ke
bangsaan.
Di mulai dari Muhammad Ali Pasya dari mesir
dia adalah seorang pasya dari kekuasaan Turky Utsmani di turkey karna saat itu
puncak kekuasaan paling diminan berpusat di Turky, dalam pembaharuan Muhammad
Ali Pasya sangat menonjol karna dengan ide-idenya dan kebijakanya mampu membuka
mata rakyat Mesir terhadap peradaban Ilmu pengetahuan yang ketika itu sudah
berkembang di Barat. Seperti di kirimnya para pelajar Mesir ke Eropa guna
mnuntut Ilmu pengetahuan dan akan di tarik kembali ke Mesir untuk mengajarkan
Ilmu-ilmu yang mereka pelajari disana dan juga menerjemahkan buku-buku barat.
Sehingga dengan begitu masyarakat Mesir dapat mengenal ilmu-ilmu Modren
seperti: Ilmu kemeliteran,kedoktoran,sastra,Ilmu alam,dll.
Kemudian lahirlah tokoh-tokoh yang sangat
berpengaruh di Mesir mereka berasal dari daerah mereka sendiri Mesir ataupun
dari Luar karna saat itu Mesir sudah sangat terbuka mengenai pembaharuan
pemikiran sehingga banya para tokoh pembaharuan datang ke Mesir guna mengemangkan
ide-idenya dalam pembaharuan Seperti :
1. Rifa’ah Badawi Al-Tahtawi ia sempat belajar
di Eropa yang kemudian ia mengembangkan Ilmu-ilmu yang ia pelajari di Mesir
seperti sistim pemerintahan di barat seperti Demokrasi yang dapat membuka mata
rakyat Mesir akan kebijakan penguasa saat itu yang tidak Demokratis.
2. Jamaluddin Al-Afghani ia lahir di
Afganistan ia memang sangat terkenal akan ide pembaharuanya yang inggin
mempersatukan Umat Islam dalam satu wadah persatuan atau lebih di kenal dengan Pan-Islam
dalam menyebarkan idenya ia berpindah dari satu Negara Islam ke Negara
Islam lainya hal itu di lakukan hanya untuk pengembangan idenya itu sehingga
akhirnya iapun datang ke Mesir dan menetap di sana karna Mesir di lihatnya
lebih terbuka. Di permasalahan lain Jamaluddin melihat umat Islam harus kembali
pada pokok ke-Islamanya karna ia beranggapan bahwa mundurnya umat Islam karna
umat ini telah meninggalkan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya dan mengikuti
ajaran yang bukan dari Islam bahkan sesuatu yang asing dalam Islam.
3. Muhammad Abduh juga putra daerah Mesir yang
sangat besar pengaruhnya dalam pembaharuanya dalam masyarakat Islam Mesir dan
ia juga memiliki banyak Murid dan pengikut dalam mengembangkan ide pembaharuan
di Mesir seperti : Rasyid Rida,Muhammad Bakhit,Muhammad Farid Wajdi,Tahtawi
Jawhari,Qasim Amin,Taha Husain dan Ali Abd Al-Raziq, dalam pemikiran mengenai
keadaan umat Islam saat itu Muhammad Abduh juga hampir sama pendapatnya dengan
Jamaluddin Afghani yaitu umat imi mundur karna banyaknya Bid’ah-bid’ah masuk
dalam Islam yang membuat umat Islam lupa pada ajaran yang sebenarnya, namun
dalam hal ini beliau juga berpendapat bahwa di samping itu semua umat Islam ini
juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman yang sudah Modren.
Sehingga menurutnya ijtihat sangat perlu dalam Islam namun walau demikian ia
berpendapat bahwa tidak setiap orang boleh berijtihat dengan sesuka hati namun
harus sesuai syarat ketentuan dalam Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Namun
akhirnya para murid dan pengikut Muhammad Abduh berbeda pandangan mengenai
ijtihat itu Karna ijstihat itu tidak hanya terfokus pada hukum ibadah saja
namun dalam sistim pemerintahanpun sangat di perlukan pembaharuan yang kemudian
terjadi pendapat yang memisahkan antara Agama dan Negara (Sekuler). Bahkan para
murid dan pengikutnya berbeda pendapat mengenai sistim Khlafah yang saat itu
masih popular dan menjadi sitim pemerintahan Islam, mereka ada yang berpendapat
Rasyid Rida misalnya ia mengatakan sistim khilafah harus di pertahankan sebagai
pemersatu umat Islam atau alasan lainya, namun di lain sisi ada yang menganggap
bahwa solusi yang tepat adalah sikap Nasionalisme Negara-negara karna dalam
Islam Al-Qur’an dan Hadis tidak pernah menyinggung sistim dan corak Negara,
karna corak Negara bukanlah persoalan Agama namun persoalan duniawi yang di
atur oleh manusia itu sendiri.
Dari sekian banyak penjelasan mengenai
tokoh-tokoh pembaharuan di atas yang memang terfokus di Mesir karna memang
dalam buku ini ada pemilahan fokus daerah pembaharuan itu yang di mulai dari
mesir hingga ke daerah lainya dan di bawah ini kita akan membahas mengenai
pembaharuan di Turki Utsmani.
Sultan Mahmud II menjadi tokoh utama dan
pencetus pertama pembaharuan di linggkungan sistim pemerintahan di Turky Usmani
dan kebijakanya yang mengarah pada pembaharuan dan dia juga pembuka pintu
gerbang intraksi ke dunia Barat dan ia juga dalam kebijakanya tidak segan-segan
melanggar ketetapan yang sudah mentradisi dalam kekhalifahan di Turky Usmani
seperti : pemisahan kekuasaan yudikatif,legislative,kurikulum sekolah, bahkan
ia menghapuskan pakaian kebesaran Sultan sehingga lebih sederhana dan rakyat di
anjurkan untuk meninggalkan pakaian tradisional dan menggantinya dengan pakaian
barat karna hal ini dapat menghilangkan perbedaan status sosial dalam
masyarakat yang sangat terlihat pada pakaian tradisional itu. Dalam hal inilah
mulai masuk pengaruh sekuler dalam pemerintahan Turky Usmani yang memisahkan
hukum Syari’at dengan hukum Undang-undang Negara yang kemudian di kenal
lahirnya Tanzimat.
Tanzimat berasal dari Bahasa Arab dan
mengandung arti mengatur, menyusun dan memprbaiki, dan di zaman itu memang
banyak di adakan peraturan dan Undang-undang sepeti telah di sebutkan di atas.
Adapun tokoh-tokohnya yang terkenal pernah terlibat dalam Tanzimatii dalalah
Mustafa Rasyid Pasya,Mustafa Sami dan Mahmed sadik Rifat Pasya.
Para tokoh itu memang pernah mengunjungi
Eropa karna itulah lahir pemikiran pembaharuan dalam benak mereka dan mereka
merasa perlu hal-hal yang berlaku di barat perlu di kembangkan di Turki yaitu
mereka ada yang berpendapat kemajuan Eropa selain dari Ilmu pengetahuanya yang
maju juga karna mereka memiliki toleransi agama yang sangat tinggi dan
kemampuan mereka melepaskan diri dari agama, namun di antara mereka juga ada yang
berpendapat kemajuan peradaban Modren barat dapat di wujutkan karna suasana
damai dan hubungan baik antara Negara-negara Eropa, kemakmuran suatu Negara
dapat di ukur dari makmurnya rakyat dan makmurnya rakyat dapat di wujutkan
dengan menghilangkan pemerintahan yang absolute.
Dari hasil pemikiran dari Tanzimat itu
tersimpulkan pula bahwa obat dari segala permasalahan dalam pemerintahan Turky
Usmani adalah pengadaan Undang-undang dan peraturan sultan dan
pembesar-pembesar Negara harus tunduk pada Undang-undang. Negara haruslah
merupakan Negara hukum.
Dari tanzimat beralihlah pada Usmani Muda
pada dasarnya merupakan perkumpulan rahasia yang di dirikan di tahun 1865
dengan tujuan untuk merobah pemerintahan absolute kerajaan Usmani menjadi
pemerintahan konstitusional, kemudian lahirlah Turky Muda yang berpendapat
bahwa jalan yang harus di tempuh untuk menyelamatkan kerajaan Turky Usmani dari
keruntuhan adalah pendidikan dan ilmu pengetahuan positif dan buan teologi atau
metafisika. Dalam hal ini memang sudah terlihat bahwa kemana arah pembaharuan
yang di bawa oleh para tokoh pemikir pembaharuan dumulai dari mesir hingga
Turki Usmani ini ada tiga yaitu pembaharuan dengan aliran Barat,Islam dan
Nasionalis, dan pada akhirnya oleh Mustafa Kemal yang lebih pada Nasionalis
Turki mengubah sistim Khilafah menjadi Sitim republic Turki yang ia menjadi
Presiden pertamanya dan lenyaplah sudah sistem khilafah di Turky. Namun
demikian ia juga di kenal dengan penyelamat Turki karna dengan usahanya dapat
memukul mundur bangsa Eropa dari Negara Turky dan Turki pun menjadi Negara yang
merdeka.
Westernisme,sekulerisasi dan nasionalisme
itulah yang menjadi dasar pemikiran pembaharuan Mustafa Kemal, pembaharuan
pertama ditujukan terhadap bentuk Negara yang mana harus diadakan sekulerisasi
antara pemerintahan harus di pisahkan dari agama.
Setelah kita di atas banyak membahas
tentang pembaharuan di Mesir dan Turky maka dalam buku ini juga tidak
ketinggalan membahas tentang pembaharuan di daerah India- Pakistan.
Di awali dengan Gerakan Mujahidin yang di
cetus oleh Syah Waliyullah pada abad ke-18 dan kemudian hari di lanjutkan oleh
anaknya Syah Abdul Azis yang ketika itu India-Pakistan sudah mulai ada kontak
dengan dunia Barat yaitu Inggris yang ketika itu sudah mulai menguasai daerah itu
oleh karna itu kemajuan barat sudah dirasakan oleh penduduk India. Dalam
pembaharuan ini lebih kepada pemurnian akidah umatIslam yang ada di India
ketika itu karna mereka memahami bahwa memunduran umat karna kurang pahamnya
mereka mengenai ajaran yang sebenarnya dalam Islam sehingga banyak
pengaruh-pengaruh dari luar masuk dalam akidah mereka yang lebih dominan yaitu
bekas paham Hindu yang masih kental.
Setelah runtuhnya gerakan Mujahidin dan
Mughal di India yang membuat kaum muslimin mundur dari segi kemajuan peperangan
sesamapun terjadi sehingga muncullah seorang tokoh Sayyid Ahmad Khan sebagai
pemimpin Umat Islam ketika itu yang sudah kacau ia mengambil cara lain yaitu
dengan membuat kerjasama yang baik dengan Inggris karna memang di masa
kekacauan Ia banyak membantu pihak Inggris dari serangan musuh sehingga pada
masa yang sudah aman Inggris pun membalas jasanya dengan suatu kerja sama yang
baik lagi pun ia berpandangan bahwa Umat Islam akan bisa bangkit dengan bekerja
sama dengan Inggris karna memang waktu itu mereka sudah menjadi penguasa
terkuat di India dan baginya pemberontakan pada penguasa bukan jalan menuju
perbaikan.
Segala upaya telah mereka lakukan mereka
telah melakukan Ijtihat dalam paham agama guna membawa Umat Islam dari
keterpurukandan ketinggalan jaman yang ketika itu barat sudah berada pada jalan kemajuan pradabanya dan mereka sudah melakukan sepak terjang mengenai
perkembangan pemikiran dan gerakan pembaharuan di Mesir,Turki, dan
India-Pakistan.
Sebagai kesimpulan dari Resensi ini yang
juga di muat dalam halaman terahir dalam buku ini sebab-sebab penting yang
membawa kepada kemunduran dan kelemahan ummat Islam, maka hal-hal yang akan
membawa kepada kemajuan, menurut para pemikir pembaharuan itu adalah ummat
Islam harus kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, yaitu
sebagaimana yang telah di amalkan umat Islam di jaman klasik segala bentuk
Bid’ah mereka tinggalkan karna hal itu dapat membawa pada kemunduran.
Orientasi keakhiratan umat Islam harus di
imbangi dengan orientasi keduniaan, sehingga ummat Islam juga mementingkan
hidup kemasyarakatan dan berusaha mencapai kemajuan dalam bidang kehidupan duniawi
sebagai halnya dengan Umat-umat lain sehingga mereka mampu lebih dapat berbuat
untuk dunia mereka selama itu tidak keluar dari garis keyakinan yang ada pada
diri setiap ummat itu.
BAB III
RESENSI BUKU
A. Kelebihan
Buku
ini di sajikan dengan bahasa yang mudah di pahami sehingga kita akan sangat
menarik dalam membacanya, bahasa yang di gunakan sesuai dengan EYD hampir tiada
sedikitpun kecacatan yang di temukan dalam lembaran penulisan buku ini. Buku
ini juga sangat mudah di rangkum saat kita membacanya karna pembahasanya lebih
pada pokok perasalahan yang perlu kita pahami yaitu di khususkan pada
pemikiran-pemikiran para tokoh yang di muat dalam buku ini memang sudah kita
kenal sebelumnya dan ketika kita membaca buku ini kita akan cepat memahami
mengenai pemikiran dan jasa mereka dalam peradaban Islam ini. Buku ini juga
kebanyakan menggunakan sumber asing yang sangat di percaya karna di terbitkan
oleh Negara atau penerbit yang terkenal dalam buku ini juga di muat daftar
Nama-nama dan Isatilah yang mencakup dari seluruh isi buku yang memudahkan kita
untuk mencari nama-nama tokoh atau Istilah dalam buku ini dengan melihat
daftarnya.
B. Kekurangan
Kekurangan
dari buku ini adalah buku ini memiliki cover yang tidak terlalu menarik dan
tidak mengandung nilai seni yang tinggi sehingga saat orang memndang buku ini
tidak terlalu menarik hati, buku ini juga sudah lama dan tidak lagi banyak
cetakan terbaru sehingga kita agak kesulitan dalam mencari buku yang asli
sehingga banyak cetakan yang di perbanyak oleh orang-orang yang inggin membaca
buku ini karna buku ini lumayan menarik untuk di baca oleh semua golongan para
pencari Ilmu khususnya Mahasiswa dan Dosen, buku ini tidak menyinggung
pergerakan pembaharuan di Indonesia sedangkan di Indonesia juga tidak
ketinggalan dalam hal pemikiran dalam Islam.
C. Rekomendasi
Buku
ini sangat cocok untuk di baca oleh para Mahasiswa karna dalam buku ini
memberikan informasi yang sangat menarik mengenai tokoh-tokoh pemikir
pembaharuan dalam Islam yang dapat membangkitkan semangat intelektual kita
sebagai pencari Ilmu dan dalam buku ini juga memberikan informasi kepada kita
mengenai corak pemikiran yang sangat berbeda dalam seseorang sehingga dalam
buku ini di muat pemikiran para tokoh mulai dari Islamis dan sekuler.