Sabtu, 31 Maret 2012

Kurikulum vitale


C  
URICULUM VITALE


INFORMASI PRIBADI

Nama Lengkap                        : Kamarudin
Tempat Tgl Lahir                    : Kuta Panjang,25-06-1993
Alamat Asal                            : Gayo Lues
Desa                :  Peparik Gaib
Jalan                : Terangon
Kecamatan      :  Blangjrango
Kabupaten       : Gayo Lues
Provinsi           : Aceh
Alamat Sekarang                     : Jl.T.Diblang 1,Tanjung selamat,Darusalam, A. Besar
Telepon                                   : 085361788903
E-mail                                      : kamarudinrahman64@yahoo.com
Telephon HP                           : 085361788903

RIWAYAT PENDIDIKAN
Pendidikan
Tahun mulai -selesai
Tempat
Bidang studi
TK
_
_
_
Sekolah Dasar
2005
Kec, Blangjrango
_
Sekolah Menengah Pertama
2008
Kec, Blangjrango
_
SMA Al-Fityan
2011
Kec, Darul Imarah
IPS
Sarjana (S1)
Belum Selesai
IAIN AR-RANIRY
ASK/SAI

Riwayat Organisasian
ASSA

Minggu, 11 Maret 2012

kita

aku.kamu.dia.

Cerpen Bunga Liar

 BUNGA LIAR
BY: KAMARUDIN
Jam pukul 06;25 sore saat-saat kita nyantai di depan rumah kost sambil cerita dan bercanda tiba-tiba hatiku tergerak untuk menanam bunga di samping rumah ku,bunga yang aku tanam bunga sejenis bunga(gak tau namanya) akupun dengan seriusnya memindahkan bungga yang tercecer yang tidak jelas hidupnya dan menanamnya di samping rumah kost ku,pass di bawah jendela yang biasa aku memandang bungga yang telah duluan aku Tanami,kemudian akupun menyingkirkan bungga-bunga yang mengganggu kelangsungan hidup bungaku walau[un dia terlihat cantik untuk di pandang aku tak peduli karna aku merasa tak ada yang lebih baik dan lebih indah selain bunga yang aku tanam…
Matahari pun terbenam,,suara azan pun di kumandangkan dari masjid dekat kost ku,,aku pun tetap melanjutkan pekerjaan ku menanami bunga yang aku cabut dari bunga yang tercecer tadi,,,kemudian sura seorang laki-laki memanggilku dari dalam rumah dia menyebut namaku kemudian akupun menyahut ‘sebentar,,,lagi”kata ku,, dan akau pun segera menyelesaikan pekerjaanku itu dan siap-siap menuju ke masjid.
Kreeeekkk…suara ranting terinjak kakiku saat aku bangun dan menuju ke dalam rumah,,,akupun merundukan kepalaku dan mataku tertuju pada ranting yang terinjak oleh kakiku,,ternyata ranting yang aku injak itu bukan ranting pohon yang besar dan kuat,ranting itu hanyalah ranting pohon liar di tepi jalan dekat rumah ku,Aku heran kenapa ranting kering itu bisa sampai ke sana hingga terinjak oleh kakiku..kaupun mengambilnya dan ternyata ranting yang aku pijak tadi diatas batang bunga yang aku cabuti tadi..Aku heran kenapa ada ranting dan batang bunga terinjak kakiku…lalu akupun terpikir apakah semua ini adalah pesan Allah padaku bahwa bunga yang aku cabut itu akan menjadi kering seperti ranting pohon itu dan tak berguna hinga manusia dengan mudah menginjak dan melempar kanya..Akupun jadi kasihan melihat bunga itu…lalu aku kutip lagi dan mengumpulkanya dan aku berniat menanamnya besok pagi.Aku pun langsung masuk dalam kost ku dan langsung bersiap-siap menuju masjid yang tidak terlalu jauh dari rumahku,,hingga sampailah aku ke masjid itu dan langsung mejuju pada tempat wudhu peria yang ada dalam masjid,akupun wudhu dengan khusuknya dan selesailah aku wudhu dan buru-buru aku gabung pada jamaah yang hamper sekesai sholatnya dan akupun masih sempat jumpa pada tayat akhir sholat jamaah mereka.
Rakaat pertama ku lalui tanpa ada sedikit pun yang terlintas dalam pikiranku dan aku pun sholat dengan khusunya. Tiba-tiba hingap lalat di sajadah tempat aku sujut dan lalat itupun tak bergeser saat aku sujut lalu aku menyingkirkan dengan tangan ku,,lalu pikiran kupun tak lagi khusuk dalam sholat ku dan terlintaslah nasip bunga yang aku cabut dan aku injak tadi yang tak sempat aku piker dua kali saat hendak mencabutnya layaknya lalat yang hingap di sajadah itu.lalu selesailah aku sholat dan akupun langsung pulang ke rumah kost ku hingga sampailah aku di depan pintu rumah kost ku dan akupun mengucapkan salam pada teman kost ku..dan langsung menuju pada sebuah ruangan yang tak terlalu luas dan indah yaitu kamarku dan akupun mengambil Al-qur’an dan mengaji di ruang tamu kost ku dan akupun mengaji Al-qur’an dengan tidak khusuk karna aku masih teringat banyah pristiwa yang aku alami saat aku mencabut bunga liar tadi.
Lagi-lagi nyamuk mengigit bagian leherku dan aku pun memukulnya hingga mati dan ku lihat tanggan ku berdarah dan kaupun menghentikan bacaan Qur’an ku dan langsung membasuh darah nyamuk yang aku pukul tadi dan langsung menyimpan Al-qur’an yang ada di tangan ku itu dalam lemariku dan kakiku pun tertuju pada jendela kamarku dan membukanya. Tiba-tiba mataku tertuju pada tumpukan bungga yang aku cabut tadi dan akupun langsung menutup jendelanya karna aku takbisa melihat bungga itu hingga aku menanamnya kembali karna aku merasa bersalah pada bunga yang tak berdosa itu.
Allahuakbar Azan isya berkumandang akupun langsung besiap-siap menuju masjid dengan buru-buru,kuambilkan kain sarungku yang ada di lemari dan memakainya dan aku langsung pergi menuju ke masjid dengan penuh harapan di waktu sholat nanti tak lagi terlintas bungga yang aku cabut tadi..Sholat pun dilaksanakan ternyata harapanku tak sampai bungga itu masih saja melintas di pikiranku walau aku berusaha untuk melupakanya meski dalam waktu sholat ini saja.Lalu sholat pun selesai aku langsung pulang tanpa sholat sunnah rawatip dulu hingga sampailah aku ke rumah dan mengucapkan salam dengan membuka pintu dengan pelan-pelan,tanpa banyak piker aku langsung tudur berharap bunga itu tak muncul lagi di pikiranku karna waktu tidur kita akan lupa akan masalah yang kita miliki karna itulah aku langsung mengerakkan hati untuk tidur meski aku belum makan karna bayangan bunga tadi masih mengahantuiku,,kumatikan lampu kamarku dan akupun tertidur dan akupun bermimpi,dalam mimpi ku itu aku terjatuh pada sebuah jurang yang gelap dan aku hanya bisa meraba saat aku inggin melangkah kan kaki mencari jalan keluar hingga,tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya yang amat jauh dariku kemudian aku menuju kea rah cahaya itu,entah kenapa kakiku begitu cepat berlari kearah cahaya yang aku lihat itu,hingga sampailah aku pada sumber cahaya itu kemudian aku melihat taman bungga yang begitu indah dan wanggi kemudian di tengah-tengah bunga yang indah itu aku melihat seorang gadis yang berbusana serba putih bersih dan aku mendekatinya tiba-tiba aku terjatuh dank u pandangi lagi wanita tadi tiba-tia semua jelmaan keindahan tadi hilang tanpa sisa.
Sunyi,gelap tak ada lagi cahaya yang menemaniku dalam mimpi itu kemudian aku terbangun saat teman sekamarku menghidupkan lampu kamar kami dan dia pun mengajak ku makan malam.”Duluan terus aku belum lapar” kata ku’ dan aku pun melanjutkan tidurku tanpa ada lagi mimpi buruk dan akupun tidur dengan yenyaknya hingga terbangun saat azan subuh di kumandangkan dari masjid dan akupun langsung siap-siap pergi ke masjid dengan tenang.

v Nama         : Kamarudin
v  Asal            : Gayo lues
v  Alamat       : Tanjung selamat,darusalam
v  Pekerjaan  : Mahasiswa
v  Hp              : 085361788903
v  E-mail        : Kamarudinrahman64@yahoo.com
v  Web           : Kamarudinpeparikgaib.blogspot.com


Sabtu, 10 Maret 2012

Tips buat jus yang super enak

JUS JERUK

BAHAN-BAHAN
  • Jeruk 3 buah agak besar
  • 1 tutup yagult rasa jeruk
  • 2 sendok susu kental manis
  • 1 sendok makan creamer
  • 3 sendok makan gula pasi
tambahkan ES batu secukupnya...

CARA MEMBUAT
Jeruk di peras kemudian masukkan kedalam blander ,kemudian masukkan semua bahan yang telah di siapkan tadi,kemudian tambahkan ES batu.....SIAP DI HIDANGKAN.

JUS WORTEL

BAHAN-BAHAN
  • 3-4 wartel
  • yagult rasa jeruk 1 tutup-secukupnya
  •  gula 2 sendok makan 
  • Air secukupnya
  • ES batu secukupnya
  • jeruk nipis selayang...secukupnya
CARA MEMBUAT
-Cara membuat just ini sama seperti membuat jus jeruk tapi bedanya hanya wartel perlu di masukkan kedalam jusser untuk penyaringan.

JUS MANGGA

BAHAN-BAHAN
  • setengah mangga
  • yakult rasa mangga
  • creamer 2-3 sendok makan
  • jeruik nipis di layang
  • gula 4 sendok makan
  • susu kental manis secukupnya

CARA MEMBUAT
Sama seperti jus lainya.

Note:Minumlah jus yang anda buat di rumah karna buatan anda lebih enak daripada buatan orang lain yang anda anggap enak....percaya dirilah dan terapkan apa yang saya tulis di atas tadi...(SELAMAT MENCOBA)





Jumat, 09 Maret 2012

peparik gaib






Ketika mata menatap dan tertuju pada sebuah  desa yang ada di Gayo  Lues...Nah inilah dia Desa
Peparik Gaib...

Rabu, 07 Maret 2012

SEJARAH GAYO

SEJERAH YANG TERLUPAKAN DI GAYO

----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Saprijal Aprie <saprijal_aprie@ymail.com>
Kepada: "redaksi@harian.com" <redaksi@harian.com>
Dikirim: Jumat, 16 Desember 2011 22:20
Judul: Trs: SEJARAH YANG TERLUPAKAN DI GAYO


----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Saprijal Aprie <saprijal_aprie@ymail.com>
Kepada: "prohaba@serambinews.com" <prohaba@serambinews.com>
Dikirim: Minggu, 13 November 2011 0:09
Judul: SEJARAH YANG TERLUPAKAN DI GAYO

 
                                                           ( KERAJAAN LINGE )
Bukti Peninggalan Kerajaan Linge
Stempel Raja linge                                      

             
 
Inen Mayak Putri Pukes
                                                            
 
 
ASAL KATA LINGE
 
Kata linge terdiri dari dua kata; "ling" dan "nge". "Ling" dalam bahasa Indonesia artinya adalah suara, sedangkan "nge" dalam bahasa Indonesia artinya adalah nya, Jadi, apabila di gabungkan antara dua kata tersebut adalah suaranya. Yang maknanya adalah suaranya ada, tetapi manusia-nya tidak jelas, begitulah makna Kerjaan Linge sekarang ini. Artinya suara orang atau masyarakat setempat bahwa mengatakan Kerjaan Linge itu ada, tetapi Bukti-Bukti peninggalannya tidak ada. Kalaupun ada, itu semua berarti hanya sedikit dari yang diharapkan.
 
Kerajaan Linge adalah sebuah Kerjaaan kuno di Aceh. Kerajaan ini terbentuk pada tahun 1025 M (416 H) dengan raja pertamanya adalah Adi Genali. Adi Genali (Kik Betul) mempunyai empat orang anak yaitu: Empu Beru, Sibayak Linge, Merah Johan, Reje Linge I mewariskan kepada keturunannya sebilah pedang dan sebentuk cincin permata yang berasal dari sultan Peureulak Makhdum Berdaulat Mahmud Syah (1012-1038 M).

Pada saat Adi Genali membangun Negeri Linge, maka pada saat bersamaan juga diberikan pusaka tersebut kepadanya yang diberikan gelar "Cik Serule (Paman Serule)". Nama serule disini adalah salah satu perkampungan yang ada di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.
Pusaka ini diberikan saat Adi Genali membangun Negeri Linge pertama di Buntul Linge bersama dengan seorang perdana menteri yang bernama
Syekh Sirajuddin yang bergelar Cik Serule". tentang didong gayo yang menurut Ismuha, (13/7), Kabid kebudayaan Pemkab Bener Meriah, kesenian didong dimulai sejak Reje Linge ke 13. Kemudian, di sini timbul pertanyaan yang besar bagi kita, lantas kapan Reje Linge I-XII itu terjadi?
 
Di situs lain dikatakan juga oleh Fajri, Kokasih Bakar dan Uwein mengatakan bahwa Reje Linge itu merupakan kekeberen istilah gayo dan berita rakyat dalam bahasa Indonesia, yang langsung mereka wawancarai dengan.
 
Djamil seorang Sejarawan Gayô.Dalam kekeberen ini diceritakan 2 Kerajaan yang merupakan asal dari Gayô yaitu Kerajaan Lingë dan Kerajaan Malik Ishaq. Kerajaan Lingë berdiri pada abad ke 10, sedangkan Kerajaan Malik Ishaq pada saat adanya Kerajaan Pérlak (abad ke 8 s.d. 12 M) dan Sri Wijaya (abad ke 6 s.d. 13, sedangkan masa kejatuhannya pada abad 12 M atau 13 M).Kerajaan Lingë berasal dari Kerajaan Rum atau Turki, asal kata Lingë berasal dari bahasa Gayô yang berarti Léng Ngé yang artinya suara yang terdengar. Raja Lingë I ini beragama Islam bernama Réjé Genali atau Tengku Kawe Tepat (Pancing yang lurus dalam bahasa Acih).Agama Islam yang dianut bisa dililhat dari bendera Kerajaan Lingë tersebut, dimana ada Syahadat di atas benderanya dan di bawahnya bernama 4 sahabat nabi, sedangkan warnanya belum diketahui karena sudah kusam, antara merah dan putih (bendera ini masih bisa dilihat dan disimpan di daerah Karô, sebagai pusaka dari anak salah satu Raja Lingë yang pergi ke Karô).
 
Sisilah keluarga raja linge.
Raja Lingë mempunyai 4 anak, 3 laki-laki dan satu perempuan. seorang perempuan bernama Datu Beru, dan ketiga anak laki-lakinya bernama Djohan Syah, Ali Syah dan Malam Syah.Ketika besar khusus anak laki-lakinya akan disunat seperti halnya ajaran Islam, anak yang ke-3 bernama Ali Syah tidak bisa disunat karena kemaluannya tidak dimakan pisau. Hal ini tentu saja membuat malu. Hal ini menyebabkan ia meminta ijin kepada Raja Lingë untuk pergi ke daerah Karô.
Walau pada mulanya Raja tidak mengijinkan namun akhirnya dengan berat hati sebelum kepergian mereka dibagikan pusaka untuk anak laki-lakinya yaitu Kôrô Gônôk, Bawar, Tumak Mujangut, Mérnu dan élém (Bendera Pusaka). Sedangkan Datu Béru memegang kunci khajanah Kerajaan Lingë.
Ali Syah, anak ke-3 Raja Lingë
Ali Syah bersama rombongan berangkat menuju Karô menuju daerah yang disebut Blang Munté. Pada daerah tersebut Ali Syah bersama rombongannya memutuskan untuk berhenti dan menetapkan bahwa tempat itu sebagai tempat ia terakhir bersama rombongan.
Tinggallah Ali Syah seorang diri selama berbulan-bulan tinggal disitu, dalam sebuah kesempatan ketika kemudian mencari ikan di Uih Kul Renul, bertemu dengan gadis dan bujang sedang menyekot (mencari ika) yang kemdian diketahui berasal dari negeri Pak-Pak. kemudian menjadi teman dan bergaul, akhirnya menikah dengan beberu pak-pak tersebut sampai berketurunan. Ali Syah pun akhirnya belajar bahasa dan hidup disana.
Terdapat sebuah kisah yang menarik yaitu ketika suatu saat Bélah dari Ali Syah yang sudah tua tersebut akan pergi bersawah yang sebelumnya diadakan kenduri (dinamai kenduri Mergang merdem). Acara kenduri tersebut diadakan agak jauh dari tempat Ali Syah tinggal sehingga keturunannya atau cucunya ditugaskan untuk memberikan nasi beserta ikan kepadanya. Ternyata ketika sampai di sana didapatinya ikannya hanya tinggal tulang belulang saja karena telah dihabisi oleh anak cucunya, mendengar ini ia amat murka dan mengutuk semua (kélém-lémén) anak cucu keturunannya menjadi batu semua, semua nya masih bisa dilihat buktinya disana di Blang Munté perbatasan Karô dan Alas.
Namun, ternyata ada yang lolos dari kutukkannya seorang aman mayak (pengantin Pria), inén mayak (Pengantin Wanita) yang sedang hamil dan satu lagi adiknnya inén mayak tersebut. Melihat tersebut Aman Mayak pergi meninggalkan daerah tersebut untuk menceritakan hal ini kepada Raja Lingë. Mendengar hal tersebut segera dikirimkan rombongan kesana untuk mencari tahu atau menguburkan bila ada yang meninggal.
Setelah lantas diketemukan pohon kelapa yang menandakan ada kampông, yang disebut dengan Kampung Bakal, mereka ingin kesana karena lapar. Saat itu di pinggir sungai tersebut terlihat Giôngén (Kijang) yang sedang minum, mereka mecoba menangkap Giôngén tersebut untuk kemudian membantu mereka berdua melewati sungai tersebut. Dalam suatu ketika mereka hampir terlepas dari pegangan kepada Giôngen tersebut, sehingga Inen Mayak yang sedang mengandung tersebut mengucapkan dalam bahasa Karô ‘ngadi ko lao’, atau ‘berhentilah kau air’, sehingga sampai sekarang ada pusaran air disana. Dan karena ada kejadian inilah orang-orang Gayô disana dilarang memakan daging Giôngén.
Sesampai diseberang sungai Inén Mayak tersebut melahirkan, karena kelelahan iya dibawa arus air sungai (Wih Kul) tersebut. Sedangkan anaknya diselamatkan oleh adiknya di pinggir sungai. Pada saat anak tersebut kehausan datanglah seekor Kerbau atau Kôrô Jégéd, yang kemudian adiknya membiarkan anak kakaknya untuk menyusu terhadap kerbau tersebut.
Akhirnya mereka berdua ditangkap oleh orang kampông tersebut, saat itu mereka sedang mencari Kôrô jégéd (Kerbau berwarna putih Krim) punya Raja yang hilang. Ketika menemukan kerbaunya sedang menyusui seorang anak manusia maka orang-orang Kampung tersebut menganggap bahwa Kerbau keramat tersebut telah melahirkan.
Mereka lantas melaporkan kepada Raja Bakal, lantas oleh Sang Raja anak tersebut dianggp sebagai penerusnya, karena ia sampi saat itu tidak mempunyai seorang anakpun. Adik dari Inen Mayak tersebut di tahan sekaligus memelihara anak kakaknya yang sudah tiada.
Dalam keadaan tersebut sampai rombongan Réjé Lingë. Ketika sampai di kampungnya Aman Mayak mereka sudah tidak menemukan siapa-siapa lagi, maka mereka pun berusaha mencari istri dan adik istri dari Aman Mayak tersebut.
Mereka pun akhirnya sampai di perkampungan Bakal tersebut, lantas merekapun mendengar berita tentang keganjilan-keganjilan yang terjadi saat itu. Mereka memutuskan untuk dapat menunggu lebih lama untuk mencari informasi. Sampai akhirnya bertemu dengan adik dari istrinya dan bercerita tentang desas-desus tersebut serta kebenaran bahwa sesungguhnya anak dari anak Kôrô jégéd sebagai anak Aman Mayak atau keturunan Raja Lingë.
Namun dalam mengekontruksi sebuah sejarah yang belum pernah di ungkap, perlu dengan teliti dan pemahaman yang sangat kuat dalam meneliti sebuah sejarah. Maka selaku anak sejarawan perlu diteksi dengan valit,untuk itu kita semua harus tahu yang bahwa sejarah merupakan cerminan dalam kehidupan kita akan ke depan.
Sejarah masa lalu sebenarnya bisa mengantar kita pada suatu kenyakinan, bahwa kita mampu dan memiliki potensi untuk berada dalam garis tredepan dalam lapangan ilmu pengetahuan. Kesadaran diri dalam realita, kita dalam kancah dunia modern kita harus berani menatap masa kini dengan segala kekalahan kita tanpa harus menyesali dan mengutuk alur sejarah.
Kenangan ini harus melahirkan tekat kita bersama. istilah pepatah. “Kita mampu kalau memang kita mau, ,!!!!!!
                                  JAS MERAH” JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH”!!!!
 
Pengarang      : Rijal – saprie
Mahasiswa      : ( Sastra )Adab: Iain  ar-Raniry
Darussalam   : Banda Aceh

FAKTOR RUNTUHNYA UMAYYAH

 FAKTOR RUNTUHNYA UMAYYAH

Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:

1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
Wallahul Musta,’an.