BUNGA LIAR
BY: KAMARUDIN
Jam pukul 06;25 sore
saat-saat kita nyantai di depan rumah kost sambil cerita dan bercanda tiba-tiba
hatiku tergerak untuk menanam bunga di samping rumah ku,bunga yang aku tanam bunga
sejenis bunga(gak tau namanya) akupun dengan seriusnya memindahkan bungga yang
tercecer yang tidak jelas hidupnya dan menanamnya di samping rumah kost ku,pass
di bawah jendela yang biasa aku memandang bungga yang telah duluan aku
Tanami,kemudian akupun menyingkirkan bungga-bunga yang mengganggu kelangsungan
hidup bungaku walau[un dia terlihat cantik untuk di pandang aku tak peduli
karna aku merasa tak ada yang lebih baik dan lebih indah selain bunga yang aku
tanam…
Matahari pun
terbenam,,suara azan pun di kumandangkan dari masjid dekat kost ku,,aku pun
tetap melanjutkan pekerjaan ku menanami bunga yang aku cabut dari bunga yang
tercecer tadi,,,kemudian sura seorang laki-laki memanggilku dari dalam rumah
dia menyebut namaku kemudian akupun menyahut ‘sebentar,,,lagi”kata ku,, dan
akau pun segera menyelesaikan pekerjaanku itu dan siap-siap menuju ke masjid.
Kreeeekkk…suara ranting
terinjak kakiku saat aku bangun dan menuju ke dalam rumah,,,akupun merundukan
kepalaku dan mataku tertuju pada ranting yang terinjak oleh kakiku,,ternyata
ranting yang aku injak itu bukan ranting pohon yang besar dan kuat,ranting itu
hanyalah ranting pohon liar di tepi jalan dekat rumah ku,Aku heran kenapa
ranting kering itu bisa sampai ke sana hingga terinjak oleh kakiku..kaupun mengambilnya
dan ternyata ranting yang aku pijak tadi diatas batang bunga yang aku cabuti
tadi..Aku heran kenapa ada ranting dan batang bunga terinjak kakiku…lalu akupun
terpikir apakah semua ini adalah pesan Allah padaku bahwa bunga yang aku cabut
itu akan menjadi kering seperti ranting pohon itu dan tak berguna hinga manusia
dengan mudah menginjak dan melempar kanya..Akupun jadi kasihan melihat bunga
itu…lalu aku kutip lagi dan mengumpulkanya dan aku berniat menanamnya besok
pagi.Aku pun langsung masuk dalam kost ku dan langsung bersiap-siap menuju
masjid yang tidak terlalu jauh dari rumahku,,hingga sampailah aku ke masjid itu
dan langsung mejuju pada tempat wudhu peria yang ada dalam masjid,akupun wudhu
dengan khusuknya dan selesailah aku wudhu dan buru-buru aku gabung pada jamaah
yang hamper sekesai sholatnya dan akupun masih sempat jumpa pada tayat akhir
sholat jamaah mereka.
Rakaat pertama ku lalui
tanpa ada sedikit pun yang terlintas dalam pikiranku dan aku pun sholat dengan
khusunya. Tiba-tiba hingap lalat di sajadah tempat aku sujut dan lalat itupun
tak bergeser saat aku sujut lalu aku menyingkirkan dengan tangan ku,,lalu
pikiran kupun tak lagi khusuk dalam sholat ku dan terlintaslah nasip bunga yang
aku cabut dan aku injak tadi yang tak sempat aku piker dua kali saat hendak
mencabutnya layaknya lalat yang hingap di sajadah itu.lalu selesailah aku
sholat dan akupun langsung pulang ke rumah kost ku hingga sampailah aku di
depan pintu rumah kost ku dan akupun mengucapkan salam pada teman kost ku..dan
langsung menuju pada sebuah ruangan yang tak terlalu luas dan indah yaitu
kamarku dan akupun mengambil Al-qur’an dan mengaji di ruang tamu kost ku dan
akupun mengaji Al-qur’an dengan tidak khusuk karna aku masih teringat banyah
pristiwa yang aku alami saat aku mencabut bunga liar tadi.
Lagi-lagi nyamuk mengigit
bagian leherku dan aku pun memukulnya hingga mati dan ku lihat tanggan ku
berdarah dan kaupun menghentikan bacaan Qur’an ku dan langsung membasuh darah
nyamuk yang aku pukul tadi dan langsung menyimpan Al-qur’an yang ada di tangan
ku itu dalam lemariku dan kakiku pun tertuju pada jendela kamarku dan
membukanya. Tiba-tiba mataku tertuju pada tumpukan bungga yang aku cabut tadi
dan akupun langsung menutup jendelanya karna aku takbisa melihat bungga itu hingga
aku menanamnya kembali karna aku merasa bersalah pada bunga yang tak berdosa
itu.
Allahuakbar Azan isya
berkumandang akupun langsung besiap-siap menuju masjid dengan
buru-buru,kuambilkan kain sarungku yang ada di lemari dan memakainya dan aku
langsung pergi menuju ke masjid dengan penuh harapan di waktu sholat nanti tak
lagi terlintas bungga yang aku cabut tadi..Sholat pun dilaksanakan ternyata
harapanku tak sampai bungga itu masih saja melintas di pikiranku walau aku
berusaha untuk melupakanya meski dalam waktu sholat ini saja.Lalu sholat pun
selesai aku langsung pulang tanpa sholat sunnah rawatip dulu hingga sampailah
aku ke rumah dan mengucapkan salam dengan membuka pintu dengan
pelan-pelan,tanpa banyak piker aku langsung tudur berharap bunga itu tak muncul
lagi di pikiranku karna waktu tidur kita akan lupa akan masalah yang kita
miliki karna itulah aku langsung mengerakkan hati untuk tidur meski aku belum
makan karna bayangan bunga tadi masih mengahantuiku,,kumatikan lampu kamarku
dan akupun tertidur dan akupun bermimpi,dalam mimpi ku itu aku terjatuh pada
sebuah jurang yang gelap dan aku hanya bisa meraba saat aku inggin melangkah
kan kaki mencari jalan keluar hingga,tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya yang
amat jauh dariku kemudian aku menuju kea rah cahaya itu,entah kenapa kakiku
begitu cepat berlari kearah cahaya yang aku lihat itu,hingga sampailah aku pada
sumber cahaya itu kemudian aku melihat taman bungga yang begitu indah dan
wanggi kemudian di tengah-tengah bunga yang indah itu aku melihat seorang gadis
yang berbusana serba putih bersih dan aku mendekatinya tiba-tiba aku terjatuh
dank u pandangi lagi wanita tadi tiba-tia semua jelmaan keindahan tadi hilang
tanpa sisa.
Sunyi,gelap tak ada lagi
cahaya yang menemaniku dalam mimpi itu kemudian aku terbangun saat teman
sekamarku menghidupkan lampu kamar kami dan dia pun mengajak ku makan
malam.”Duluan terus aku belum lapar” kata ku’ dan aku pun melanjutkan tidurku
tanpa ada lagi mimpi buruk dan akupun tidur dengan yenyaknya hingga terbangun
saat azan subuh di kumandangkan dari masjid dan akupun langsung siap-siap pergi
ke masjid dengan tenang.
v Nama : Kamarudin
v Asal : Gayo lues
v Alamat : Tanjung selamat,darusalam
v Pekerjaan : Mahasiswa
v Hp : 085361788903
v E-mail : Kamarudinrahman64@yahoo.com
v Web : Kamarudinpeparikgaib.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar